Semoga Anda selalu dalam keadaan sehat dan semakin sukses…

Kali ini saya ingin sharing tentang emosi yang spesifik.

Sadarkah Anda bahwa kita sering mengalami masalah tetapi kita tidak begitu jeli memahami emosi spesifik yang menjadi latar belakang masalah kita.

Misalnya Anda ingin mencapai berat dan bentuk tubuh yang ideal sejak dulu kala, tapi tidak pernah berhasil mencapainya hingga saat ini. Dan Anda tidak tahu secara spesfik emosi yang yang menghalangi Anda mencapai tujuan Anda tadi (dalam hal ini mencapai berat dan bentuk tubuh ideal misalnya).

Kita sangat disarankan untuk belajar mengenali emosi yang muncul dalam diri kita. Berikut ini saya kutip dari tulisan Bapak Adi W Gunawan dalam sebuah artikel tentang emosi di bawah ini:

Emosi atau yang umum disebut perasaan adalah bahasa pikiran bawah sadar yang sangat positif dan mengandung pesan atau makna spesifik dengan pemenuhan kebutuhan yang juga spesifik. Ketidakmengertian atau ketidaktahuan ini yang sering mengakibatkan seseorang mengalami kondisi tidak nyaman atau menderita saat mengalami emosi “negatif” tertentu.

Dari kutipan di atas, saya ulangi sekali lagi yang perlu kita pahami adalah ketidakmengertian terhadap emosi sebagai sebuah pesan dari pikiran bawah sadar ini yang sering mengakibatkan seseorang mengalami kondisi tidak nyaman.

Sebagai seorang hipnoterapis dalam menangani client di klinik hipnoterapi, ada banyak teknik yang saya gunakan yang membutuhkan informasi emosi spesifik dari client. Sebut saja teknik Hypno-EFT yang legendaris atau teknik Affect Bridge, Teknik Catexis Alteration dll.

Semakin cakap hipnoterapis semakin pandai dan jeli dalam menangkap emosi spesifik akar masalah dari client. Terkadang kurang spesifiknya dalam membidik emosi yang akan dibereskan menyebabkan hasil tidak memuaskan.

Nah sekarang saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya selama dua hari ini mengajar dan mendampingi Anak Kedua saya bernama Atisha Dipankara Putra, yang saat ini sudah di kelas 2 SD.

Sebenarnya saya membelikan Roller Blade untuk Atisha ini sudah cukup lama. Tapi selama ini tidak pernah disentuh dan hanya disimpan di lemari.

Seminggu terakhir ada dorongan yang kuat dari dirinya untuk belajar.Dia coba coba sendiri di dalam rumah, hasilnya tidak terlalu memuaskan.

Akhirnya di akhir pekan ini saya coba dampingi, saya cari tutorial bermain roller blade dan menemukan banyak video bagus di youtube. Saya minta Atisha menonton video nya sambil sesekali saya pause dan saya beri penjelasan tambahan. Setelah kurang lebih 30 menitan. Akhirnya ajakan saya untuk berlatih di luar rumah disambut dengan semangat.

Sayangnya setelah sampai diluar rumah, atisha nampak ragu dan tidak mau berlatih. Tadinya saya pikir dia takut. Tapi ternyata emosi nya adalah MALU.

Saya tanya kenapa? Dia bilang malu belajar dilihat teman teman. Nah karena emosinya sangat spesifik, segera saya tuntaskan. Dan secara singkat akhirnya dia belajar meluncur dengan semangat, bahkan beberapa kali terjatuh, dia tetap bangkit dan terus mencoba. Saya sangat puas.

Besoknya saya ajak Atisha belajar di tempat bermain skate board yang baik di Taman Mini Indonesia Indah, dan secara luar biasa dia langsung bisa meluncur sebagaimana layaknya orang yang sudah berpengalaman. Dia sempat terjatuh beberapa kali, tapi tidak membuat dia berhenti karena begitu menikmati permainannya. Lihat video di sini.

Memahami Masalah Emosi

Atisha Belajar Roller Blade

Dari pengalaman ini saya semakin yakin tentang pentingnya kita memahami emosi spesifik yang menjadi akar dari masalah yang saat ini sedang kita alami. Semoga memberikan inspirasi.

Salam

Yuan Yudistira, C.Ht., C.T

[ez_box title=”Seminar Hypnotherapy For Children” color=”green”]

Ikuti Seminar Hypnotherapy For Children

Detail info silahkan klik di sini

[/ez_box]

 

Share This

Share This

Share this post with your friends!