BUKU:Teknik Sederhana Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar Untuk Mencapai Apapun Yang Anda Inginkan

BUKU:Teknik Sederhana Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar Untuk Mencapai Apapun Yang Anda Inginkan

Oleh Yuan Yudistira

Cover Depan Buku Teknik Sederhana Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar untuk meraih APAPUN yang Anda inginkan

Harga: Rp46.800 
Terbit: Senin, 20 Mei 2019 
Halaman: 136 
Warna: Satu Warna 
Kertas: book paper 60 
Dimensi: 14 X 21 cm

Yang akan Anda pelajari dalam buku ini:

1. Mengenal Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

2. Teknik Praktis Mengakses Sosok Ego Personality

3. Menanamkan Kebiasaan Baik

4. Mengenali Kepercayaan yang Membatasi Sukses Anda

5. Mengatasi kebiasaan suka menund

Uniknya buku ini dilengkapi voucher dimana Anda akan boleh mengikuti pelatihan yang ada dalam buku ini dengan gratis, cukup dengan membawa bukti bukunya ke tempat pelatihan.

Contoh Voucher Pelatihan

PROMO PELUNCURAN BUKU

Selama Masa Promosi Peluncuran Buku, Setiap Pembelian Buku ini Selain mendapatkan voucher pelatihan, juga mendapatkan bonus tambahan berupa akses ke pelatihan online berjudul “Subconscious Personal Branding atau Subconscious Selling”.

Kelas online ini secara singkat akan mengajarkan Anda untuk bisa menjadi Figur Otoritas, Mempengaruhi Emosi Prospek Anda dan Membuat Mereka Merasa Senang Untuk Berbisnis dengan Anda (tidak peduli apapun produk atau jasa Anda).

Kelas online ini bisa Anda beli dengan harga 700 ribuan rupiah. Ini linknya: https://elearning.candradimuka.id/course/subconscious-personal-branding

Tapi jangan membeli dari Link tersebut ya…

Karena Anda bisa mendapatknya secara gratis alias cuma cuma. Caranya adalah:

  1. Anda Membeli Buku Terbaru saya ini (harganya kurang dari 50 ribu)
  2. Foto diri Anda sambil memegang buku tersebut
  3. Upload Fotonya ke facebook atau instagram, kemudian saya di Tag. (jika belum berteman, silahkan cari akun saya Yuan Yudistira baik di FB maupun di IG
  4. Setelah itu saya akan kirimkan akses ke kelas Online Subconscious Selling ini langsung

Hipnoterapis dan Hipnoterapis Klinis

Menjadi Praktisi Hipnoterapi Kompeten, Tidak Mudah !!

Di Indonesia, dalam konteks praktik hipnoterapi profesional, sejatinya hanya ada dua tipe praktisi: hipnoterapis dan hipnoterapis klinis. Yang dimaksud dengan hipnoterapis adalah mereka yang dalam praktik hipnoterapinya lebih mengandalkan sugesti untuk mencapai tujuan terapeutik, tanpa memroses akar masalah penyebab simtom. Sementara hipnoterapis klinis adalah praktisi hipnoterapi yang mengutamakan pencarian akar masalah penyebab simtom, menggunakan teknik hipnoanalisis, dan memroses tuntas akar masalah ini. Sementara yang dimaksud dengan profesional adalah memiliki kompetensi atau keterampilan tinggi, sebagai seorang profesional di bidang kerjanya, bukan amatir.

Kedua pendekatan ini, hipnoterapi berbasis sugesti dan hipnoterapi berbasis hipnoanalisis, memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Untuk bisa menjadi hipnoterapis dan hipnoterapis klinis kompeten, mampu membantu klien mengatasi masalah, butuh pendidikan dan pelatihan dengan standar kompetensi yang jelas, kurikulum yang sesuai dengan tujuan pelatihan, dan tentu pengajar yang adalah praktisi aktif, berpengalaman, cakap, dan bimbingan berkelanjutan.

Wawancara

Keberhasilan dalam setiap proses hipnoterapi selalu melibatkan dua pihak, klien dan terapis. Klien harus siap (ready) dan bersedia (willing) untuk dibantu dan bekerjasama dengan terapis. Sementara terapis perlu melakukan upaya maksimal, dalam batas kemampuan, kecakapan, pengetahuan, dan pengalaman profesionalnya membantu klien mengatasi masalahnya. Dalam setiap proses terapi tidak ada jaminan kesembuhan, karena terapi adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil.

Hipnoterapi, baik itu berbasis sugesti atau berbasis hipnoanalisis, selalu diawali dengan wawancara mendalam agar diperoleh gambaran utuh tentang masalah klien. Berdasar informasi yang diperoleh dari proses wawancara ini, baik hipnoterapis atau hipnoterapis klinis menentukan strategi terapi yang dilakukan untuk membantu klien mengatasi masalahnya.

Proses wawancara bukan sekedar tanya jawab, namun bertujuan sangat spesifik. Terapis aktif melakukan penelisikan dan membantu klien untuk memformulasikan masalahnya. Ini adalah faktor penentu 85% keberhasilan terapi dan membutuhkan keterampilan tersendiri.

Induksi

Sesuai namanya, hipnoterapi, terdiri dari dua kata: hipnosis dan terapi. Dengan demikian, setiap hipnoterapi pasti dilakukan dalam kondisi hipnosis. Kedalaman kondisi hipnosis yang menjadi syarat untuk dilakukan terapi yang efektif sepenuhnya bergantung pada teknik yang digunakan.

Untuk hipnoterapis, yang menggunakan sugesti verbal, semakin dalam kondisi hipnosis yang dicapai oleh klien, semakin baik, karena fungsi kritis analitis pikiran sadar, yang bisa menghambat penerimaan sugesti oleh pikiran bawah sadar, sangat menurun. Dengan demikian, kondisi ini meningkatkan kemungkinan penerimaan sugesti oleh pikiran bawah sadar klien. Bahkan, bila memungkinkan, sugesti verbal diberikan dalam kondisi kedalaman ekstrim.

Bila sugesti yang diberikan adalah berbentuk sugesti visual, klien tidak boleh masuk terlalu dalam. Bila klien masuk ke kondisi hipnosis sangat dalam maka fungsi imajinasinya menjadi terhalang, tidak bisa muncul gambar mental karena dominasi gelombang delta.

Untuk hipnoterapis klinis, yang menggunakan hipnoanalisis guna menemukan akar masalah dan memroses tuntas akar masalah ini, kedalaman hipnosis yang disarankan untuk dicapai oleh klien, dengan induksi, adalah profound somnambulism. Bila klien masuk lebih dalam lagi atau terlalu dalam, pikiran klien menjadi begitu rileks sehingga tidak mampu mengikuti arahan terapis. Dengan demikian, teknik-teknik intervensi yang sedianya digunakan untuk melakukan koreksi atas kejadian penyebab masalah klien tidak bisa berjalan dengan semestinya. Ini sangat menghambat proses terapi.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, untuk melakukan hipnoterapi, terapis harus mampu menuntun klien masuk ke kedalaman hipnosis yang sesuai dengan teknik yang digunakan. Di sini sering dijumpai hipnoterapis atau hipnoterapis klinis tidak cakap dalam menuntun klien mencapai kedalaman hipnosis dimaksud.

Kendala ini terjadi karena beberapa kemungkinan. Pertama, hipnoterapis dan hipnoterapis klinis tidak cakap dalam melakukan induksi karena tidak terlatih dengan baik.

Kedua, teknik induksi yang digunakan tidak sesuai dengan tipe sugestibilitas klien. Umumnya, teknik induksi yang digunakan lebih sesuai untuk klien bertipe sugestibilitas fisik. Banyak hipnoterapis dan hipnoterapis klinis menghindari klien bertipe sugestibilitas emosi karena sulit sekali diinduksi akibat pikiran klien yang cenderung (sangat) kritis dan analitis. Biasanya, bila klien tidak berhasil diinduksi, terapis beralasan klien masuk kategori tidak bisa diinduksi. Ini adalah satu alasan tidak rasional, tidak ilmiah, dan bertujuan menutupi inkompentensi dan malu terapis.

Ketiga, tidak ada uji kedalaman pada teknik induksi yang digunakan sehingga terapis tidak tahu secara presisi kedalaman hipnosis yang telah berhasil dicapai klien.

Terapi oleh Hipnoterapis

Untuk hipnoterapis, bila berhasil menuntun klien masuk ke kedalaman hipnosis yang disyaratkan untuk pemberian sugesti, baik sugesti verbal atau visual, ini baru langkah awal dari proses terapi. Pemberian sugesti tidak serta merta diikuti dengan hasil terapeutik positif seperti yang diharapkan.

Ada dua hal sangat penting yang sering hipnoterapis abai. Mereka abai karena memang tidak tahu, karena tidak mendapat penjelasan mendalam tentang hal ini saat mengikuti pelatihan.

Pertama, sugesti yang diberikan kepada klien, dalam kondisi hipnosis, sebaiknya disusun tidak pada saat terapi sedang berlangsung. Ini sangat riskan karena hipnoterapis bisa salah dalam memilih diksi atau tidak akurat dalam urutan kalimat. Sugesti harus disiapkan dengan cermat, hati-hati, mengikuti aturan baku penyusunan sugesti berdasarkan hukum yang mengatur kerja pikiran bawah sadar.

Kedua, saat sugesti telah diterima oleh pikiran bawah sadar, tidak berarti proses terapi telah tuntas dan pasti berhasil. Masih ada satu tahap lagi yang hampir tidak pernah diperhatikan oleh mayoritas hipnoterapis, yaitu validasi derajat penerimaan sugesti oleh pikiran bawah sadar.

Hipnoterapis yang kompeten dan cermat pasti akan melakukan pemeriksaan untuk mencaritahu apakah pikiran bawah sadar klien sepenuhnya menerima dan bersedia menjalankan sugesti, atau ada penolakan dari pikiran bawah sadar.

Hipnoterapis yang kompeten dan cermat mampu mengukur derajat penolakan pikiran bawah sadar klien terhadap sugesti yang telah diberikan dan mampu segera menetralisir penolakan ini, dengan teknik yang tepat.

Untuk itu, dalam pendidikan dan pelatihan hipnoterapis yang baik, kegiatan berlatih menuntun klien masuk ke kondisi hipnosis dalam, dan berlatih menyusun skrip untuk berbagai kasus, tentu dengan supervisi pengajar, harus mendapat alokasi waktu yang cukup.

Dari berbagai sumber yang sempat diwawancarai, baik hipnoterapis maupun klien hipnoterapi, langkah terapi yang dilakukan hipnoterapis adalah sebagai berikut:
– melakukan wawancara pada klien, dengan durasi antara 10 menit hingga 30 menit.
– melakukan induksi, umumnya dengan teknik induksi relaksasi progresif atau fiksasi mata, tanpa melakukan uji kedalaman.
– memberi sugesti, bisa berupa sugesti verbal atau visual, menggunakan skrip yang disusun di tempat, saat proses terapi berlangsung. Sugesti biasanya diulang beberapa kali dengan harapan bisa masuk dan diterima pikiran bawah sadar klien. Terapis tidak melakukan pengecekan apakah sugesti diterima atau ditolak oleh pikiran bawah sadar.
– mengakhiri terapi dengan membawa klien keluar dari kondisi hipnosis ke kondisi sadar normal dan berharap klien sembuh.

Proses terapi seperti ini jarang bisa memberi hasil terapeutik seperti yang diharapkan. Bila terjadi perubahan positif pada klien, biasanya bersifat sementara, dan akhirnya klien kambuh.

Terapi oleh Hipnoterapis Klinis

Berbeda dengan hipnoterapis yang hanya memberi sugesti ke pikiran bawah sadar klien, hipnoterapis klinis melakukan upaya lebih intensif dan kompleks dalam membantu klien mengatasi masalah.

Hipnoterapis klinis menggunakan teknik hipnoanalisis untuk mencari dan menemukan akar masalah yaitu kejadian paling awal yang menjadi penyebab masalah. Ada tiga teknik untuk mencari akar masalah: regresi berbasis afek, regresi berbasis nonafek, dan regresi berbasis Ego Personality.

Mencari dan menemukan akar masalah adalah satu hal. Memroses tuntas akar masalah adalah hal berbeda. Ini adalah dua keterampilan yang berbeda namun saling terkait erat.

Kendala yang kerap dialami hipnoterapis klinis adalah menemukan akar masalah yang sesungguhnya. Ini sangat krusial karena bila kejadian paling awal ini tidak berhasil ditemukan dan diproses tuntas, biasanya klien pasti kambuh.

Proses mencari dan menemukan akar masalah menuntut keterampilan tinggi dari pihak terapis, baik dalam menuntun klien mundur ke masa lalu, memeriksa dan memastikan kejadian yang terungkap adalah benar kejadian paling awal, memroses kejadian ini dengan benar tanpa mengakibatkan trauma baru pada klien, melakukan pengecekan hasil terapi, memeriksa apakah ada penolakan dari pikiran bawah sadar atau tidak, dan bila ada, terapis perlu segera mengatasi penolakan ini. Setelahnya, hipnoterapis membimbing klien keluar dari kondisi hipnosis, kembali ke kesadaran normal.

Proses terapi yang dilakukan hipnoterapis klinis bisa berlangsung antara minimal 2 jam hingga 5 jam setiap sesi. Dalam satu proses terapi bisa terjadi dua kemungkinan: masalah klien berhasil tuntas diatasi atau masih belum tuntas. Bila belum tuntas, terapi dilanjutkan di sesi berikutnya.

Proses melakukan regresi untuk mencari akar masalah bukan pekerjaan mudah. Hipnoterapis klinis selain harus menguasai benar teknik regresi, ia juga harus benar-benar cermat dalam berbahasa, baik saat memberi arahan pada klien maupun saat mendengar kata-kata yang diucapkan klien menjawab pertanyaan terapis atau menceritakan apa yang klien alami.

Ketidakcermatan dalam memilih kata, salah dalam tekanan suara saat menyampaikan pesan ke pikiran bawah sadar klien, tidak cermat dalam melakukan analisis kata-kata yang diucapkan klien, atau tidak cermat dalam bertanya mengakibatkan arah regresi berubah sehingga pikiran bawah sadar mengungkap data yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah klien.

Dalam proses pendidikan menjadi hipnoterapis klinis berkompetensi tinggi sesuai standar AWGI, umumnya para peserta SECH baru bisa mencapai standar minimal setelah melakukan lima terapi. Proses belajarnya sangat intens karena mereka dibimbing satu demi satu. Setiap usai melakukan terapi, peserta SECH harus membuat laporan kasus detil. Laporan kasus ini dibaca, dipelajari, diberi komentar, komentar, masukan, dan saran sehingga mereka beroleh tambahan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman untuk digunakan pada terapi berikutnya. Ada beberapa yang baru bisa mencapai standar kompetensi minimal yang disyaratkan AWGI, untuk menjadi hipnoterapis klinis kompeten, setelah melakukan delapan terapi tersupervisi.

Simpulan

Untuk menjadi praktisi hipnoterapi profesional, baik sebagai hipnoterapis yang mengandalkan sugesti maupun hipnoterapis klinis yang mengutamakan pencarian dan penyelesaian akar masalah, butuh proses panjang, upaya serius, dan dedikasi tinggi. Ini tidak bisa dicapai hanya dengan pelatihan berdurasi satu hari, dua hari, atau sepuluh hari. Ini adalah proses bertumbuh belajar dan bertumbuh sepanjang hayat.

Sertifikat yang didapat usai mengikuti pelatihan adalah selembar kertas berisi pernyataan kesertaan, bukan kompetensi. Demikian pula gelar yang diletakkan di belakang nama bukan indikator kompetensi praktisi hipnoterapi.

Demikianlah adanya…
Demikianlah kenyataannya…

 

Kisah Hipnoterapis Dimarahi Clientnya

Sungguh Memalukan, Kisah Nyata Detik-Detik Seorang Hipnoterapis Dimarahi Clientnya


Dikisahkan langsung oleh Yuan Yudistira, C.CH (Certifies Clinical Hypnotherapist)
Saya tidak menyangka seorang client laki-laki berusia 45 tahun yang datang ke klinik hipnoterapi saya di cibubur, baru lima menit masuk di ruang tamu – bahkan belum sempat duduk, langsung marah marah sama saya…


Dari raut mukanya, saya bisa lihat dia sangat kecewa….Dari intonasi dan nada suaranya, Saya tahu dia sebenarnya mencoba menahan amarahnya dan sepertinya itu sangat sulit….
Saya jujur kaget, kok bisa?


Saya terpaksa di dalam hati mencoba baca-baca apa yang saya bisa saya baca…Segala ilmu yang pernah saya pelajari saya coba kerahkan…ūüėé ūüôā


Akhirnya si bapak ini mau menjelaskan, walau masih dengan nada tinggi,
Dia tidak suka dengan cara saya menata ruang tunggu klinik saya,… Ketika saya kejar lagi, rupanya dia sangat tidak suka warna cat tembok nya….


Warna nya terlalu CERAH….“, kata si Bapak.


Saya tidak suka warna cerah¬† seperti ini, saya suka warna yang agak gelap, karena...”, tambah si Bapak kepada saya masih dengan nada menggurui.


Mendengar penjelasan ini, Saya langsung tersenyum…


Dan dengan sangat hati-hati saya mencoba menenangkan si Bapak….


Oh, kalau Bapak tidak nyaman dengan warna tembok ruangan saya, saya bisa bantu Bapak…tidak ada masalah sama sekali”.


Silahkan Bapak pakai ini….” tambah saya lagi sambil saya menyerahkan sebuah kacamata hitam yang saya ambil dari laci meja registrasi…


Si Bapak ini KONTAN langsung tersenyum dan terlihat senang begitu mengenakan kacamata hitam yang saya berikan…


Sekarang si Bapak tiba-tiba¬†bisa melihat ruang klinik saya dengan warna yang berbeda, dan tentu saja SESUAI dengan harapan dan apa yang ia suka…


Lesson Learned dari cerita rekayasa di atas adalah:
Kadang untuk mengatasi beragam “masalah” yang kita hadapi dalam hidup itu hanya membutuhkan kemampuan untuk melihatnya dari “kacamata” yang berbeda…dari sudut pandang yang berbeda.


Pandai pandailah memilih lensa yang paling cocok dan mendukung produktivitas Anda!


Shit happens, but you always¬† have a choice “.


Rubah kata TAPI anda dengan kata JUSTRU ITU… adalah tips paling sederhana yang bisa saya berikan dalam tulisan ini untuk Anda bisa merubah kendala menjadi peluang SEKARANG juga…


Contoh:
Saya mau memulai bisnis, TAPI saya tidak punya modal..”


Rubah menjadi:
JUSTRU ITU karena Saya tidak punya modal, sekarang Saya punya kesempatan untuk memulai bisnis dengan modal dari orang lain, Saya hanya perlu menunjukan kemampuan¬† saya yang lain kepada pemilik modal bahwa SAYA BISA“.


Contoh lain:
Saya mau ikut pelatihan hipnoterapi, TAPI uang saya terbatas….


Rubah menjadi:
JUSTRU ITU karena uang saya terbatas, maka saat saya mengikuti pelatihan hipnoterapi ini maka saya akan mengikutinya dengan sungguh-sungguh, sehingga saya akan memiliki skill dan kemampuan yang dapat membawa manfaat pada banyak orang. Saya yakin uang datang melimpah kepada saya saat saya banyak orang yang terbantu…


Silahkan dibagikan!
Yuan Yudistira, C.CH

www.hipnoterapi.ws

Mantra dan Sugesti

Mantra dan Sugesti

Mantra dan Sugesti apakah cocok dan sebanding disatukan dalam sebuah blog post?

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya dalam belajar beragam ilmu pemberdayaan diri termasuk hipnoterapi.

Dulu sekali saya berfikir Mantra adalah kalimat kalimat sakti yang bisa dibaca untuk keperluan tertentu…dan memang tidak sepenuhnya salah terutama pada bagian untuk keperluan tertentunya.

Belakangan tahun 2000-2003 ketika belajar di Anand Ashram saya tahu bahwa Mantra berasal dari suku kata Manas dan Yantra. Manas bisa diartikan sebagai pikiran atau Mind, Yantra bisa diartikan sebagai alat atau wahana. Dalam konteks ini Mantra adalah suatu tools atau alat atau teknology untuk mengendalikan pikiran.

Konon pada awalnya digunakan dalam latihan dan praktek untuk mencapai pada kondisi Zero Mind atau Zen/Chan. Mantra yg dikenal dengan tujuan ini biasanya tidak dimemgerti artinya..terdiri dari suku kata atau kata yang mungkin seolah tidak ada artinya.

Dari beberapa literatur yang saya baca kemudian, saya menemukan ada beberapa mantra yang memiliki fungsi tertentu, selain mencapai zero mind di atas, misalnya untuk keselamatan, kesejahteraan dll.

Sampai di sini, Mantra mirip seperti sebuah sugesti, doa dan atau afirmasi. Oh ya, mantra mantra yg seperti ini biasanya text nya bisa dimengerti artinya.

 

Sugesti dan Afirmasi

Jika diartikan secara bebas, sugesti adalah suatu proses untuk mengarahkan pikiran, perasaan dan perilaku seseorang. Bisa diberikan oleh orang lain (hipnoterapis), sugesti bisa juga diberikan oleh diri sendiri (auto sugesti/self-hypnosis).

Dalam pengertian sugesti mengendalikan pikiran, maka di sini fungsi nya mirip mantra.

Bergantung dari pola kalimat yang digunakan dalam menyusun sugesti, sugesti bisa juga diartikan sebagai afirmasi.

Afirmasi ini artinya “mengiyakan” suatu kondisi yang di inginkan. Cukup berbeda jauh dengan doa, karena secara esensi, doa merupakan suatu permintaan dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa.

 

Aliran Hipnoterapi

Saat ini praktisi hipnoterapis bisa dikelompokan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok berbasis sugesti dan berbasis hipno-analisis/modern. 

Untuk penyelesaian masalah permanent sehingga klien mengalami pencerahan / mendapatkan hikmah dari apa yang di alaminya, terapi berbasis hipno-analisis sangat disarankan. Dalam kasus spt itu, terapi berbasis sugesti saja akan kurang terasa manfaatnya oleh klien secara langsung. 

Sebagai praktisi hipnoterapis berbasis hipno-analisis, saya banyak menggunakan teknik regresi untuk menemukan akar masalah. Dan ketika dilakukan restrukturisasi program pikiran pada titik dimana awal kejadian pemicu masalah dan kejadian kejadian susulan, klien langsung mengalami pencerahan instant.

Akan tetapi apakah terapi berbasis sugesti murni lebih kurang powerfull jika dibandingkan kelompok hipno-analisis/modern?

Berdasarkan pengamatan penulis selama ini, agar sugesti bekerja dengan kekuatan yg besar, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.  Antara lain: 

  • Otoritas pemberi sugesti
  • Terbukanya faktor kritis klien
  • Emosi yang intens
  • Pengulangan sugesti baik oleh klien maupun orang lain.

Contoh Fenomena Mantra dan Sugesti Pada Tubuh Fisik

Pada kasus ekstrim yang pernah penulis lihat dan amati secara langsung, ketika Figur Otoritas memberikan sugesti (baca:mantra) sehingga client yg dibacakan tubuhnya mengalami fenomena¬† kebal bacok/sabetan senjata tajam…

Tentu saya  fenomena kebal senjata tajam tersebut saya analisa dari sudut pandang ilmu hypnosis dimana pada keilmuan ini ada suatu premis yang disepakati bahwa pikiran mempengaruhi tubuh fisik, dan tubuh fisik mempengaruhi pikiran. 

Sementara fenomena yg pernah penulis lihat dan amati bisa dimunculkan pada praktek hipnosis modern yaitu suatu kondisi anestesi spontan, dimana klien tidak merasakan sakit pada tubuhnya ketika misalnya bagian tubuhnya dicelup ke air panas atau misalnya dicubit….akan tetapi kulit yg dicubit tetap luka.

Demikian dua contoh yg bisa bisa jadi bisa dianggap berbeda konteks, tapi penulis coba melihatnya dalam satu kerangka keterhubungan pikiran dan tubuh. Dan bagaimana mantra dan sugesti mempengaruhi lapisan kesadaran dan pikiran dan kemudian mempengaruhi lapisan tubuh fisik.

 

 

 

Bagaimana Memilih Layanan Hipnoterapi Untuk Menyelesaikan Masalah Yang Anda Hadapi Sekarang

Bisa jadi saat ini Anda sedang menghadapi suatu masalah spesifik terkait emosi, gangguan pikiran, masalah perilaku, atau masalah psikosomatis atau masalah di rumah tangga terkait anak maupun pasangan.

Dan Anda mulai mencari informasi terkait Klinik Hipnoterapi untuk membantu mengatasi beragam masalah tersebut.

Beruntungnya Anda membaca blog posting ini, karena di halaman ini Anda akan mendapatkan kisi-kisi bagaimana memilih Klinik Hipnoterapi yang paling sesuai dan cocok dengan kebutuhan Anda. Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman melayani beragam kasus klien sejak tahun 2012 yang datang ke klinik kami di Cibubur.

Ok, berikut ini yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih Klinik Hipnoterapi yang pas:

  • Pilihlah Lokasi Klinik Hipnoterapi yang terdekat
  • Pilihlah Klinik Hipnoterapi yang dikelola oleh Hipnoterapis yang tersertifikasi lembaga hipnoterapi klinis yang memiliki track record yang baik
  • Pengalaman Terapis perlu Anda pertimbangkan karena asumsinya semakin lama jam terbang terapis menangani client, semakin cakap handal teroercaya terapisnya
  • Kondisi Klinik Hipnoterapinya, apakah ada klinik khusus, atau terapi dilakukan di rumah dll. (Demi keamanan dan kenyamanan, sebaiknya pilih yg klinik terapi nya memiliki ruang tunggu, ruang terapi dengan fasilitas yang akan membuat privacy Anda terjaga. Juga hindari jika terapis melakukan terapi di kamar hotel.
  • Biaya yang terjangkau, sesuai dengan budget Anda
  • Anda bisa menambahkan faktor lain yang bisa Anda jadikan sebagai pertimbangan kualifikasi. Misal: Apakah Anda lebih nyaman dengan terapis yang sama gender nya, atau yang sama keyakinan/agamanya dll. Walaupun hal ini sama sekali tidak berpengaruh pada efektifitas hasil terapi, tapi Anda perlu memepertimbangkan demi kenyamanan Anda.

Mengapa Anda harus memilih lokasi klinik hipnoterapi terdekat dan terjangkau? Hal ini karena untuk hasil maksimal, proses terapi memang membutuhkan ulangan satu sampai maksimum empat sesi. Jika lokasi sulit dan tidak terjangkau, Anda tentu akan kesulitan melanjutkan proses terapi jika membutuhkan pengulangan.

Begitu pun masalah budget, ketika terapi perlu dilakukan beberapa sesi, pastikan budget Anda mencukupi.

Kondisi klinik yang khusus dan tidak menyatu dengan rumah, serta dilengkapi dengan pendingin udara, recleaning seat akan membuat Anda nyaman menjalankan terapinya. Mempertimbangkan hal ini akan cukup bijaksana.

Bagaimana menurut Anda, adakah hal lain yang menjadi pertimbangan Anda ketika memilih klinik hipnoterapi?

Atau Anda bisa membaca hal umum yang sering ditanyakan melalui link ini.

Pernahkah Anda Mengalami ini?

Mind & Body Connection

Pernahkah Anda Mengalami…

Saya ingin mengajak Anda mengingat kembali beberapa kenangan ketika Anda masih duduk di bangku sekolah dasar. Masih ingatkah Anda ketika diminta maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal yang sulit dan belum Anda kuasai? Atau saat dimana Anda diminta maju ke depan kelas untuk bernyanyi atau membaca puisi? Yang saya ingat banyak diantara kita waktu itu merasa cemas sehingga tiba-tiba perut kita mendadak mules….

Atau ketika Anda mulai remaja dan mulai belajar di bangku SMP atau SMA, Anda ingat betul saat itu Anda mulai senang dan naksir dengan teman lawan jenis di sekolah Anda. Masihkah Anda bisa mengingat betapa perasaan tidak karuan dan jantung mendadak berdebar lebih keras saat tanpa terasa kita berpapasan dengan teman yang kita taksir itu…

Atau jika Anda masih ingat reaksi dari teman yang Anda taksir ketika Anda ‚Äúmenembaknya‚ÄĚ, mungkin Anda bisa melihat kalau itu pipinya merona‚Ķatau berubah menjadi merah?

Pada beberapa contoh pengalaman Anda itu, Anda bisa amati terjadi perubahan pada tubuh fisik berupa perut yang tiba-tiba menjadi mules, jantung yang tiba-tiba berdebar lebih keras atau warna pipi yang berubah.
Perubahan pada tubuh fisik di atas jelas disebabkan oleh adanya perubahan pada perasaan atau emosi. Anda tentu tidak bisa dengan serta merta membuat jantung Anda berdebar lebih kencang kapan pun Anda inginkan….tidak bisa.

Tapi ketika Anda merasa takut….perasaan takut ini memicu tubuh Anda untuk memerintahkan jantung berdebar lebih kencang.

Beberapa contoh pengalaman Anda di atas membuktikan bahwa perubahan pada lapisan pikiran dan emosi ternyata mempengaruhi perubahan pada lapisan tubuh.

Saling mempengaruhi…

Selain pikiran mempengaruhi tubuh fisik, sebaliknya perubahan pada tubuh fisik juga mempengaruhi emosi dan pikiran anda. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini yang juga mungkin pernah Anda alami:
Jika Anda kurang istirahat, terlalu lelah bekerja atau sering bergadang di malam hari, maka emosi Anda akan sangat terganggu. Biasanya Anda mudah marah atau meledak-ledak, tidak boleh Ada orang yang salah sedikit kepada Anda. Atau bahkan mood Anda menjadi sangat buruk.

Jika Anda membuat tubuh fisik Anda menjadi relaks misalnya dengan pergi ke Spa / Pijat Refleksi, maka jika Anda perhatikan bukan hanya tubuh fisik Anda menjadi nyaman tetapi juga pikiran Anda pun menjadi lebih tenang.
Bukan hanya pada tubuh yang lelah, tetapi tubuh yang kotor dan berbau pun bisa membuat emosi Anda terganggu atau tidak nyaman.

Contoh lain dimana tubuh fisik mempengaruhi pikiran dan emosi adalah dari makanan yang kita makan. Ada makanan atau minuman tertentu yang jika masuk ke dalam tubuh kemudian mempengaruhi biokimia dan akhirnya cenderung mempengaruhi emosi. Misalnya minuman beralkohol, yang membuat Anda cenderung emosional. Atau cafein yang cenderung membuat Anda lebih relaks. Bahkan umat muslims atau dari agama yang lainnya pun percaya bahwa apa yang kita makan akan mempengaruhi pola perilaku bukan hanya emosi saja.

Dan saya perhatikan dengan sangat jelas, pada perilaku tetangga saya yang setiap hari dimasakin tahu dan tempe setiap hari oleh istrinya, sikapnya berubah menjadi mudah marah dan pemurung. Nah, kalau yang ini saya becanda ya … he he he.

Hormon dan Biokimia Tubuh….

Saya tidak ingin menulis materi yang berat di sini karena ini bukanlah catatan kuliah , tapi sebenarnya secara ilmiah perubahan-perubahan seperti pada contoh-contoh di atas sebenarnya terjadi melewati beberapa proses biokimia dan hormonal pada tubuh Anda. Misalnya kondisi kelelahan atau sering begadang merangsang pengeluaran hormon stress dalam tubuh Anda.

Berikut ini dua hormon stress yang secara sederhana perlu kita pahami terutama pengaruhnya terhadap dampat negatifnya terhadap tubuh kita

Adrenalin:

Hormon Adrenalin akan membuat otak Anda menjadi fokus
Indera tubuh seperti pengelihatan, pendengaran menjadi semakin tajam, awas dan waspada
Adrenalin juga akan membuat tekanan darah Anda meningkat,
kemudian detak jantung Anda meningkat, Napas semakin cepat dan tubuh mulai mengeluarkan keringat.
Adrenalin meningkatkan level energy tubuh Anda, sehingga akhirnya Anda siap untuk FIGHT atau FLIGHT

Kortisol:

Hormon kortisol akan berdampak pada berat tubuh Anda menjadi meningkat, terutama pada bagian perut.
Hal negatif lainnya akibat dari hormon ini adalah kekebalan tubuh Anda bisa terganggu, Anda akan merasa lelah, mudah marah dan sulit konsentrasi